Kesan pertama dengan Android menggunakan ACER Liquid E

acer-liquid-new-1 Sebenarnya memegang gadget android bukanlah yang pertama kali bagi saya, karena saya pernah mencoba gadget android teman saya sebentar. Namun waktu itu saya tidak terlalu banyak mencoba (mengoprek) android teman saya. Dan saya pun merasa biasa saja, karena saya anggap android sama dengan OS smartphone lainnya.

Kamis kemarin, saya pergi ke FKI & ICS 2010 dengan teman saya. Di ICS 2010 saya mencari-cari booth ACER untuk mencoba ACER Liquid E. Saya kira ACER Liquid E terdapat di booth ACER yang juga menjual laptop, ternyata ACER Liquid E ada booth tersendiri yang saya temukan ketika hendak pulang dari ICS 2010 (untung ketemu juga booth-nya :D ).

Ketika saya megunjungi booth ACER Liquid E saya agak kecewa, karena gadget Liquid E yang bisa dicoba pada booth tersebut hanya satu buah. Sisanya hanya ACER Liquid E dummy yang digunakan sebagai display saja. Jadi saya pun harus menunggu orang lain terlebih dahulu yang sedang mencoba ACER Liquid E. Sepertinya orang yang di depan saya pun tertarik dengan gadget android yang satu ini, karena orang tersebut cukup lama mencoba ACER Liquid E. Setelah orang tersebut puas mencoba ACER Liquid E, akhirnya kesempatan saya untuk mencoba gadget android buatan ACER ini pun tiba.

First look terhadap ACER Liquid E, mengesankan bagi saya. Gadget dengan layar lebar 3.5”, dilindungi dengan casing berwarna hitam yang berkualitas sehingga terlihat cantik dan elegan. Display dari layarnya pun cerah dan tampak alami sehingga terlihat segar. Karena ketika saya mencoba ACER Liquid E tersebut, terlihat wallpaper berupa suasana di dalam aquarium yang terdapat beberapa ikan di dalamnya, tampak alami dan hidup. Dengan demikian, nama liquid benar-benar terasa dalam gengaman. :D

Kemudian saya mencoba menggeserkan jari saya di atas layar ACER Liquid E ke kiri dan ke kanan. Terlihat beberapa shortcut yang memungkinkan pengguna bisa mengakses aplikasi lebih cepat. Selain shortcut, pergerseran dari layar utama juga bisa menampilkan widget-widget yang ingin ditampilkan. Kemudian saya mencoba masuk ke menu utama ACER Liquid E, tampak berbagai macam aplikasi android yang dapat digunakan seperti facebook, gmail, browser, dan sebagainya. Saya pun mencoba menggeser menu tersebut ke atas dan ke bawah untuk melihat aplikasi-aplikasi yang ada.

Saya rasakan ketika menggeser menu di android, respon sentuhan pada ACER Liquid E sangat responsif. Pergeseran terasa smooth dan nyaman dilihat. Mungkin ini dikarenakan ACER Liquid E menggunakan CPU Snapdragon 8250 dengan kecepatan 768 MHz ditambah memori 512MB sehingga handal untuk menjalankan OS Andorid Eclair 2.1.

Kemudian saya membuka browser android ACER Liquid E untuk mencoba browsing. Sayangnya saya tidak bisa melakukan browsing, karena SPG-nya mengatakan bahwa koneksi internetnya terputus disebabkan ada yang melakukan konfigurasi pada ACER Liquid E yang saya gunakan. Yah… jadi kecewa deh… Yang saya tau android dapat menampilkan full website dengan baik namun saya tidak bisa mencobanya… hix… hix… Dengan demikian, saya juga jadi tidak bisa mencoba streaming YouTube pada ACER Liquid E.Ya sudah lah, saya lanjutkan mencoba-coba yang lain saja.

Selanjutnya saya mencoba kamera dari ACER Liquid E dengan memotret logo ACER yang ada pada booth. Hasilnya tampak bagus dan jelas, mungkin ini karena ACER Liquid E dilengkapi dengan kamera 5MP sehingga foto yang dihasilkan tampak baik.

Setelah mencoba kamera, saya kembali ke layar utama dan menggeser ke shortcut aplikasi. Saya melihat ada game mobil balap, namun saya lupa namanya. Sebagai seorang gamer, tentunya penasaran juga ingin mencoba bermain game di platform android pada ACER Liquid E. Wow…. ternyata asik sekali! Cara bermainnya seperti saya bermain menggunakan iTouch. Grafik 3D yang dihasilkan pada android tampak baik dan gerakannya pun tidak patah-patah. It’s very nice… I like it :). Saya pun bermain game tersebut beberapa menit. Setelah puas mencoba game, saya kembali ke menu utama kemudian beberapa saat kemudian… ‘blep…’ layar ACER Liqid E yang saya gunakan menjadi gelap. Ternyata baterainya sudah habis. Yaaahh… kecewaaaa… (lagi) Gadget display yang satu-satunya dapat digunakan itu pun kini tidak bisa digunakan. Huftt… Padahal saya belum mencoba fitur-fitur lainnya seperti melihat video dengan kualitas HD 720p, meng-update status jejaring sosial, dan sebagainya.

Saya ini sebenarnya masih awam dengan android, sehingga saya belum begitu paham untuk ‘mengoprek’. Tetapi setelah mencobanya saya menjadi tertarik sekali. Beberapa teman saya pun sudah ‘meracuni’ saya untuk memiliki gadget android, tapi pada saat itu saya masih menganggap biasa saja karena saya masih merasa puas menggunakan HP QWERTY saya. Namun setelah saya mencoba ACER Liquid E dengan platform android yang luar biasa, saya merasakan suatu pengalaman menggunakan smartphone yang berbeda. It’s very different. Jadi ingin sekali memilikinya. Hue…hue…hue…, sayangnya gadget canggih tersebut belum mampu dibeli oleh seorang mahasiswa seperti saya. :D

Ada satu lagi yang membuat saya penasaran dengan android. Teman saya mengatakan “in android you’re the boss, you’re the architect”. Hal itu juga yang membuat teman saya mencintai gadget androidnya. Saya jadi ingin merasakan seperti apa yang teman saya rasakan. Menjadi seorang bos dan seorang arsitek pada gadget yang dimiliki. :)

Technorati Tags: 

3 thoughts on “Kesan pertama dengan Android menggunakan ACER Liquid E

  1. memang ACER Liquid E memberi perbedaan dengan dibenamkannya handheld spesial dari ACER. :) ngak salah kalau “in android you’re the boss, you’re the architect”

Leave a Reply