Partisi pada Windows Vista dengan Tool dari Windows Vista (Disk Management)

Pada posting yang lalu saya membuat tutorial untuk membuat partisi pada Windows Vista dengan menggunakan software EASEUS Partition Master 4.0 Home Edition. Ternyata cukup mendapatkan respon yang baik dari beberapa pembaca. Lalu ada salah satu komentator yang memberi tahu bahwa pada Windows Vista sendiri ternyata sudah memiliki tool yang dapat digunakan untuk melakukan partisi. Sayangnya saya lupa siapa yang memberi komentar dan juga komentar tersebut terhapus (mohon maaf). Mungkin disebabkan proses backup komentar yang kurang baik ketika saya melakukan backup situs saya beberapa hari yang lalu.

Baiklah, saya akan memberikan tutorial membuat partisi pada Windows Vista yang kedua. Untuk melakukan partisi kali ini tidak menggunakan software ketiga seperti sebelumnya. Kali ini saya akan memberikan tutorial membuat partisi dengan tool bawaan dari Windows Vista sendiri.

Dalam tutorial ini, saya menggunakan laptop ACER ASPIRE 4736 (milik adik kelas saya Desi Purnama Sari) yang memiliki hard disk berkapasitas 320 GB. Hard disk pada laptop yang saya gunakan sudah memiliki dua buah partisi C: (100 GB) dan D: (220 GB), karena sebelumnya sudah pernah saya partisi hard disk laptop ini dengan software EASEUS Partition Master 4.0 Home Edition.

Untuk studi kasus pada tutorial ini, saya akan mempartisi drive C:. Ukuran drive C: (100 GB) akan saya kurangi sebesar 20 GB. Kemudian sisa dari partisi tersebut (20 GB) akan dijadikan partisi baru. Jadi logikanya adalah, untuk membuat partisi baru, harus ada partisi yang dikurangi terlebih dahulu. Kemudian sisa dari partisi yang dikurangi tersebut dijadikan partisi baru.

Administrative Tools

Tool untuk mengatur partisi pada Windows Vista terdapat pada bagian Disk Management. Untuk mengaksesnya silahkan anda masuk ke Control Panel.

Jika anda menampilkan Control Panel dalam mode Control Panel Home, pilih System and Maintenance > Administrative Tools > Create and format hard disk partitions.

Jika anda menampilkan dalam mode Classic View, pilih  Administrative Tools > Computer Management.

Computer Management

Pada window Computer Management, pilih Storage > Disk Management. Ketika anda memilih Disk Management, anda akan melihat partisi hard disk komputer anda. Jika anda memiliki laptop/komputer baru, biasanya hanya terdapat satu partisi yang memiliki drive letter C:. Adapun partisi yang tidak memilik drive letter biasanya partisi tersebut adalah partisi untuk backup dari laptop anda (biasanya statusnya adalah EISA Configuration). Untuk partisi backup, tidak perlu diganggu gugat. Biarkan apa adanya. :D

Shrink Volume

Size to Shrink

Seperti yang saya sudah sampaikan sebelumnya, saya akan melakukan partisi pada drive C:. Klik kanan pada drive C:, kemudian pilih Shrink Volume. Pada jendela Shrink Volume, masukkan besarnya ukuran yang akan dikurangi. Pada contoh kasus ini saya mengurangi sebesar 20 GB dari drive C:, maka saya memasukkan nilai 20,000 MB. Lalu pilih tombol Shrink.

New Simple Volume

Setelah tombol Shrink dipilih, akan terlihat partisi baru dengan ukuran yang sebelumnya telah ditentukan dengan status Unallocated. Status Unallocated artinya partisi tersebut masih mentah dan tidak bisa digunakan. Agar partisi tersebut dapat digunakan, terlebih dahulu harus dibuat/didefinisikan partisinya. Caranya, klik kanan pada drive Unallocated tersebut, kemudian pilih New Simple Volume. Maka akan muncul Wizard untuk melakukan pembuatan partisi baru.

Wizard Size

Pada halaman Wizard pertama, pilih Next. Kemudian akan muncul pilihan ukuran partisi yang akan dibuat. Jika tidak ingin merubah ukuran partisi, lanjutkan dengan mengklik tombol Next.

Wizard Letter

Pada Wizard selanjutnya muncul pilihan untuk menentukan drive letter. Pilih drive letter yang anda inginkan lalu klik tombol Next.

Wizard Type

Pada Wizard selanjutnya muncul pilihan untuk menentukan tipe partisi, Allocation unit size, dan Volume label. Pada studi kasus tutorial ini, saya memilih tipe partisi NTFS dengan Volume label “New Volume”. Setelah selesai konfigurasi pilih Next.

Pada Wizard selanjutnya merupakan jendela Wizard terakhir yang merupakan ringkasan dari partisi yang akan dibuat. Klik tombol Finish untuk menyelesaikan Wizard.

Formatting

Setelah menekan tombol Finish, Windows akan melakukan format terhadap partisi. Silahkan tunggu hingga proses format selesai.

Windows Explorer

Setelah proses format selesai, maka partisi baru yang telah dibuat sudah dapat digunakan. Anda bisa mengecek partisi tersebut pada Windows Explorer.

Demikian tutorial partisi Windows Vista kali ini. Semoga bermanfaat. :)

14 thoughts on “Partisi pada Windows Vista dengan Tool dari Windows Vista (Disk Management)

    1. Drive C-nya ga keformat lah, kan cuma dikurangi aja ukurannya. Nah, sisa dari pengurangan itu dijadikan partisi baru. Yang diformat itu partisi mentah yang akan dijadikan partisi baru.

  1. Kalo saya begini,
    kn sy abis partisi C pk cara
    Start-control panel-administrative tools-comp management-harddisk management-klik kanan shrink volume-q bg 2 uda gt aq partisi jg buat harddisk yg uda terbentuk td.

    entah knp stlah d restart muncul pesan error.
    BOOTMGR is missing
    solusinya gmn ni???ap ni efek partisi itu td?
    sbenerx cara partisi d win vista sp1 gmn??
    Mohon pencrahanx cz ni g mw booting, dsrh tkn ctrl+alt+del melulu…
    sy bingung bgt…
    ni awalny sy pgn partisi C yg bsr memorynx 300gb. kan kgedean??? g da local drive lainx lg…
    bagaimana??? mohon sgr bales d email jg bs. ato dsni j… thx before

    TAPI Y GITU TETEP STLH DIRESTART G MW BOOTING

    gmn bosss???

  2. Bos carana nambahin kapasitas di drive C gmn?
    Trs jg kog di drive D gw gag ad filenya 1pun tp brkurang 2gb…….
    Trs jg ad age 1 partisi aneh tp cm 9Mb………..

    Please replay via email yaaa byar gag lupa&gag ilang…….
    Thanks before……

  3. Thanks infonya bro, gw coba di windows 7 bisa

    @teguh aditya : windows 7 hampir sama caranya bro, masuk ke control panel -> System and security -> create format harddisk and partition

    1. @matthew
      Hmm… kemungkinan hard disk anda terlalu penuh untuk melakukan proses partisi. Karena, untuk melakukan proses partisi diperlukan juga sejumlah ruang kosong pada hard disk. Tapi saya kurang tau tepatnya berapa besar ruang kosong harus dibutuhkan.

Leave a Reply